Bermacam Risiko Kelahiran Caesar


Kelahiran dengan bedah caesar makin banyak diminati, meski lebih berbahaya. Ada berbagai alasan kelahiran melalui operasi pembedahan ini, mulai alasan kesehatan, kurang informasi, hingga demi obsesi orangtua untuk memilih tanggal kelahiran bagi anaknya.

Sejak beberapa tahun terakhir, kecenderungan ibu hamil memilih kelahiran dengan cara caesar meningkat tajam. Situs International Cesarean Awareness Network bahkan menyatakan, satu dari tiga perempuan melahirkan dengan cara bedah caesar.

Operasi caesar sebenarnya khusus diperuntukkan bagi perempuan yang memiliki kesulitan melahirkan secara normal karena beberapa alasan medis seperti panggul sempit, penyakit menular ibu, posisi bayi yang tak memungkinkan lahir normal. Untuk alasan nonmedis, caesar dinilai terlalu berbahaya.

Melahirkan caesar butuh biaya lebih besar, minimal tiga kali lipat lebih mahal. Operasi ini juga menimbulkan banyak dampak negatif bagi ibu maupun bayi.

Bagi ibu, risiko sakit pascaoperasi akan berlangsung lama, bahkan hingga sampai enam bulan. Luka parut bekas jahitan juga bisa menimbulkan infeksi di kemudian hari. Sementara bagi bayi, caesar bisa menyebabkan lemahnya kekebalan tubuh dan bayi berisiko terkena cedera kepala.

Cedera kepala bisa terjadi. Penjelasannya begini. Bila dilakukan bedah caesar, proses kelahiran pasti akan lebih cepat. Padahal itu berisiko pada si bayi, karena ada perbedaan tekanan udara antara di dalam dan di luar kandungan. Nah, yang paling sensitif terhadap perbedaan tekanan udara ini adalah bagian kepala bayi. Bila buru-buru dikeluarkan, ada risiko besar terjadinya cedera pada bagian dalam kepala bayi.

Kekebalan tubuh bayi yang dilahirkan secara caesar juga lebih rendah dibandingkan bayi yang dilahirkan secara normal. imunitas bayi berkaitan erat dengan proses kelahiran alami. Ketika melewati vagina ibu, si jabang bayi mengalami kontak dengan kuman untuk pertama kalinya. Inilah yang membentuk sistem kekebalan tubuh bayi. Sehingga bayi yang lahir alami akan memperoleh imunitas tubuh hanya beberapa jam setelah kelahiran. Sedangkan yang melalui caesar, sistem imunitasnya baru terbentuk dalam waktu enam bulan.

Selain penjelasan di atas, berikut ini disebutkan beberapa risiko lain terkait kelahiran bayi melalui operasi caesar:

Risiko bagi ibu

1. Perdarahan hebat, pembekuan darah, gangguan usus besar, rasa sakit yang lebih lama, infeksi pada bekas luka bedah, dan sakit pada selangkangan.

2. Lebih rentan terhadap serangan stroke.

3. Harus dirawat di rumah sakit lebih lama, dan kemungkinan besar akan kembali masuk rumah sakit.

4. Menimbulkan gangguan kesehatan mental seperti depresi. Ini antara lain karena tidak merasakan pengalaman proses melahirkan.

5. Tidak segera memiliki keharmonisan dan kontak batin dengan bayi, sehingga kemungkinan memiliki perasaan negatif terhadap anaknya lebih besar.

6. Penelitian membuktikan lebih sedikit bayi lahir caesar yang mendapat air susu ibu dibanding yang alami.

7. Menimbulkan masalah reproduksi seperti berkurangnya kesuburan, kehamilan di luar rahim, berbagai gangguan plasenta, dan kerusakan rahim.

Risiko bagi bayi

1. Terluka ketika proses caesar, meski kemungkinannya kecil.

2. Kesulitan bernapas selama proses caesar.

3. Terkena asma pada masa anak atau dewasa.

4. Kerusakan saraf.

5. Kerusakan otak dan sumsum tulang belakang.

Ditulis dalam Kesehatan. Tag: , . 1 Comment »

Satu Tanggapan to “Bermacam Risiko Kelahiran Caesar”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: